7 Oktober 2016 - 11:27
Seru Umat Islam Teladani Kebangkitan Imam Husain

Khatib shalat Jumat Tehran, Ayatullah Mohammad Ali Movahedi-Kermani menyeru seluruh Muslim dan pecinta kebebasan di dunia mengikuti ajaran Imam Husain as dan kebangkitan Asyura untuk mempersiapkan kebebasan bangsa dunia dari strategi zalim kubu imperialis global.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatollah Mohammad Ali Movahedi-Kermani di khutbah Jumatnya seraya mengucapkan pesan duka atas tibanya peringatan gugurnya Imam Husain as, Asyura dan Tasuaa mengaku optimis bahwa Muslim dan pecinta kebebasan dengan meneladani persaudaraan, pengorbanan dan kebebasan cucu Rasulullah ini serta pengikutnya di Padang Karbala melanjutkan kebangkitan ini untuk membebaskan dan mengantar manusia kepada kebahagiaan.

Imam shalat Jumat Tehran seraya menyatakan penyesalannya atas sikap negara-negara dependen Arab mengamini kebijakan destruktif musuh Islam yakni Amerika dan rezim Zionis di kawasan mengatakan, kini telah tiba saatnya negara-negara Islam bangkit dan mencegah terealisasinya rencana busuk ini.

Ayatollah Movahedi-Kermani juga kembali mengingatkan sikap Arab Saudi mencegah jamaah haji Iran menunaikan manasik akbar tahun ini dan menjelaskan, tragedy Mina tahun lalu tidak akan pernah dilupakan, karena telah melukai perasaan seluruh umat Islam.

Khatib shalat Jumat Tehran meminta negara-negara Islam memikirkan pengelolaan manasik haji, karena rezim Al Saud tidak memiliki kelayakan untuk terus mengelola Haramain (Mekkah dan Madinah).

Seraya menekankan pentingnya pemanfaatkan kapasitas besar Iran demi kemajuan dan pembangunan, Ayatullah Movahedi-Kermani menambahkan, rakyat Iran tidak membutuhkan bantuan siapa pun untuk meraih hak-hak mereka dan pada akhirnya Tehran akan mengambil kembali asetnya yang disita Amerika.

Bangsa Iran tidak memiliki rasa optimis bahwa Amerika akan melaksanakan seluruh komitmennya, karena sepanjang sejarah Tehran hanya menyaksikan sabotase dan pelanggaran Washington, papar Ayatullah Movahedi-Kermani.